11 Jan 2014

AUDIT SILANG SEBAGAI MEDIA BELAJAR PELAKU DESA (Study Kasus Di Desa Lenagguar)

BY. JAKA WIHARJA (FT  LENANGGUAR)



Pada hari sabtu tanggal 26 Oktober 2013 di kantor BPMD seperti  agenda tiap bulanannya diadakan rapat koordinasi. Yang salah satu hasil rakor ke 2 kabupaten tersebut bahwasanya akan diadakan Audit Silang. Pelaksanaan audit silang antar kecamatan di kabupaten Sumbawa  akan dimulai tangal 28 s/d 31 Oktober 2013. Sebagai Fokus audit silang internal antar kecamatan adalah:
v  Perencanaan
v  Pelaksanaan
v  Pengadaan Barang Dan Jasa
v  Keuangan BLM
v  Pelestarian kegiatan 2012
Untuk di Kecamatan Lenagguar pada tahun  2013 ini disepakati akan diaudit oleh pelaku pelaku dari kecamatan Orong Telu dan disepakati desa Lenagguar sebagai tuan rumah tempat audit tersebut. Sedangkan pelaku pelaku kecamatan Lenangguar akan mengaudit ke kecamatan Lunyuk.
  



Tampak Pelaku pelaku kecamatan Orong telu berkoordinasi dengan pelaku pelaku di kecamatan Leangguar

 Tim audit memulai auditnya ke lapangan di damping TPK di dusun Keramat. Memantau secara lansung hasil kerja dari pelaksanaan kegiatan Irigasi yang pemanfaatannya akan mengairi area ladang Jagung dan padi yang menjadi hasil terpenting dari pembangunan Irigasi tersebut.
Ireng sumanto sebagai wakil dari TPK  desa Lenangguar yang mendampingi Tim Audit  dari Kecamatan Orong telu menjelaskan bahwa panjang kegiatan Irigasi yang diusulkan tahun 2013 ke PNPM MPd berdasarkan SPC sepanjang 557 m yang pada progress pelaksanaannya telah mencapai 90 % yang tersebar dari dusun keramat sampai ke dusun karang Bima. Hal tersebut disampaikan beserta dokumen dokumen perancanaan sampai pelaksanaan kepada Tim Audit pada tanggal 31 Oktober 2013 kemarin.
Kemudian Tim audit yang didampingi FK dan FT kecamatan pun memeriksa administrasi pendukung. Dan dibarengi dengan beberapa pertanyaan dan diskusi terarah dari Tim Audit kepada TPK lenangguar.  Masukan masukan hasil temuan Tim Audit kemudian dipaparkan kepada TPK  yang kemudian nantinya akan ditanggapi oleh TPK.  Adapun catatan catatan yang terpenting yang berikan Tim Audit adalah tingkat Swadaya masyarakat dalam pelaksanaan harus ditingkatkan terus. Merubah pola pikir masyarakat agar menjadi sadar akan pentingnya pemeliharaan setelah MDST nantinya menjadi agenda penting yang harus terus didorong oleh pelaku desa lenangguar khususnya. Karena besar kecil manfaatnya sapras yang terbangun bisa berkelajutan itu tergantung dari masyarakat itu sendiri ujar ketua Tim Audit kecamatan Orong Telu menjelaskan. Membersihkan sedimentasi dan sampah dari saluran menjadi tanggung jawab bersama yang harus didukung segenap masyarakat.
Proses temuan dan memberikan masukan hasil audit ini merupakan tujuan dari audit silang, yang merupakan media belajar bersama yang nantinya akan menjadi tambahan ilmu bagi pelaku pelaku Tim Audit itu sendiri dan tentunya juga menjadi pembelajaran untuk melengkapi kekurangan kekurangan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
Tampak Pelaku pelaku kecamatan Orong telu Meninajua Lokasi kegiatan Irigasi ke desa Lenangguar


Tidak ada komentar: