BY. JAKA
WIHARJA (FT LENANGGUAR)
Sejak diluncurkannya Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan tanggal 30 April 2007 Presiden
Susilo Bambang Yudoyono di Palu Sulawesi
Tengah, dan masuknya program ini ke kecamatan Lenangguar sejak tahun 2009.
Memberi harapan dan menjawab
persoalan mendasar di masyarakat yaitu menyediakan lapangan kerja bagi
masyarakat miskin dan sekaligus menambah penghasilan bagi
kelompok rakyat miskin. Harapan itu juga merupakan Harapan masyarakat Desa Tatebal hususnya di
Kecamatan Lenangguar.
"Kelompok
ojek kuda membawa hasil sawah dengan menyebrang sungai, dimana pada musim hujan
hal tersebut tidak bisa"
Sebelum tahun 2011 masyarakat Tatebal terbiasa membawa hasil panen mereka
dari sawah, melewati beberapa sungai yang terkadang tidak bersahabat dengan
mereka.
Terlebih pada musim
musim hujan,masyarakat tak kuasa melihat kuda kuda menyebrang sungai,dan
bisanya penduduk menunggu aliran sungai surut baru melanjutkan aktifitasnya.
Kalaupun harus terpaksa mereka harus
mebayar lebih kepada kelompok ojek kuda untuk menyebrang sungai, Hasil panen mereka akan berkurang
untuk mebayar itu, sementara hasil sawah
mereka tak seberapa.
Sungai yang jernih
sepanjang jalan,hamparan ladan dan sawah ,keaneka ragaman pohon, kebun
kopi,kebun cokelat, semak belukar menjadi hal yang wajar kita jumpai didesa
Tatebal. Tidak mengherankan hampir 80%
penduduk dan 581 orang pemamfaat lansung desa Tatebal bermata
pencaharian di ladang dan sawah,sehingga ketersediaan jasa angkut ojek kuda
sangat dibutuhkan. Seperti halnya kebanyakan desa desa di kabupaten Sumbawa dan
khususnya di kecamatan Lenangguar akses dan sarana prasarana area persawahan
masih sangat sedikit dan begitu jauh dari jalan umumnya. Sehingga keberadaan
ojek kuda menjadi sebuah pilihan masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Lewat MAD , secara
sepontan masyarakat Tatebal meproiritaskan pembangunan Jembatan Limpas, dengan harapan
ketika musim hujan mereka tidak harus menunggu air surut baru menyeberang
sungai membawa hasil ladang dan sawah mereka yang tak seberapa Hal ini dapat dilihat dari antusiasme
masyarakat dan Kepala Desa dalam
mempertahan usulan tersebut sampai ketingkat Kecamatan melalui MAD perengkingan
sesuai dengan PTO PNPM - MP. Maka untuk
mengawali proses kegiatan ini diadakanlah koordinasi antara Pelaku pelaku
Kecamatan dan Desa dengan Fasilitator PNPM MP bersama Masyarakat mendorong
terealisasinya program ini.
Akhirnya kegiatan Pelaksanaan Pembangunan
Jembatan Limpas bisa terealisasikan pada tahun 2012. Harapan masyarakat desa Tatebal selama ini
telah terjawab. Jembatan Limpas dengan anggaran Rp. 250.914.000,sebagai sarana
penunjang ketika harus menyebrang di
musim hujan sekalipun tidak menjadi masalah.
"Tampak PL memantau hasil pembangunan jembatan Limpas"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar