11 Jan 2014

JEMBATAN LIMPAS DI TATEBAL BUKAN HARAPAN SEMATA….

BY. JAKA WIHARJA (FT  LENANGGUAR)
Sejak diluncurkannya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan tanggal 30 April 2007  Presiden Susilo Bambang Yudoyono  di Palu Sulawesi Tengah, dan masuknya program ini ke kecamatan Lenangguar sejak tahun 2009. Memberi harapan dan menjawab persoalan mendasar di masyarakat yaitu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat  miskin dan sekaligus menambah penghasilan bagi kelompok rakyat miskin. Harapan itu juga merupakan Harapan masyarakat Desa Tatebal hususnya di Kecamatan Lenangguar.


"Kelompok ojek kuda membawa hasil sawah dengan menyebrang sungai, dimana pada musim hujan hal tersebut tidak bisa"

 Sebelum tahun 2011 masyarakat  Tatebal terbiasa membawa hasil panen mereka dari sawah, melewati beberapa sungai yang terkadang tidak bersahabat dengan mereka.
Terlebih pada musim musim hujan,masyarakat tak kuasa melihat kuda kuda menyebrang sungai,dan bisanya penduduk menunggu aliran sungai surut baru melanjutkan aktifitasnya. Kalaupun  harus terpaksa mereka harus mebayar lebih kepada kelompok ojek kuda untuk menyebrang  sungai, Hasil panen mereka akan berkurang untuk mebayar  itu, sementara hasil sawah mereka tak seberapa.
Sungai yang jernih sepanjang jalan,hamparan ladan dan sawah ,keaneka ragaman pohon, kebun kopi,kebun cokelat, semak belukar menjadi hal yang wajar kita jumpai didesa Tatebal. Tidak mengherankan hampir 80%  penduduk dan 581 orang pemamfaat lansung desa Tatebal bermata pencaharian di ladang dan sawah,sehingga ketersediaan jasa angkut ojek kuda sangat dibutuhkan. Seperti halnya kebanyakan desa desa di kabupaten Sumbawa dan khususnya di kecamatan Lenangguar akses dan sarana prasarana area persawahan masih sangat sedikit dan begitu jauh dari jalan umumnya. Sehingga keberadaan ojek kuda menjadi sebuah pilihan masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan hidupnya.
Lewat MAD , secara sepontan masyarakat Tatebal meproiritaskan pembangunan Jembatan Limpas, dengan harapan ketika musim hujan mereka tidak harus menunggu air surut baru menyeberang sungai membawa hasil ladang dan sawah mereka yang tak seberapa Hal ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat dan Kepala Desa  dalam mempertahan usulan tersebut sampai ketingkat Kecamatan melalui MAD perengkingan sesuai dengan PTO PNPM -  MP. Maka untuk mengawali proses kegiatan ini diadakanlah koordinasi antara Pelaku pelaku Kecamatan dan Desa dengan Fasilitator PNPM MP bersama Masyarakat mendorong terealisasinya program ini. 
Masyarakat bahu membahu mengumpulkan batu, pasir, sebagai nilai swadaya dari masyarakat. Dan secara bergotong royong membatu pengerjaan kegiatan tersebut.


Akhirnya kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Jembatan Limpas bisa terealisasikan pada tahun 2012.  Harapan masyarakat desa Tatebal selama ini telah terjawab. Jembatan Limpas dengan anggaran Rp. 250.914.000,sebagai sarana penunjang ketika harus menyebrang  di musim hujan sekalipun tidak menjadi masalah.
"Tampak PL memantau hasil pembangunan jembatan Limpas"





Tidak ada komentar: