1 Jan 2014

KERINDUAN MASYARAKAT PENGENGAT AKAN SARANA AIR BERSIH


 
(oleh Ass.FT Pujut Jaka wiharja)







Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan sudah dikenal masyarakat Pujut sejak tahun 2003 yang kenal dengan nama Program Pengembangan Kecamatan (PPK).PPK merupakan Program Pemerintah yang menjawab persoalan mendasar di masyarakat yaitu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat  miskin dan sekaligus menambah penghasilan bagi kelompok rakyat miskin (penanggulangan kemiskinan). Seiring dengan keberhasilan program ini maka pada tanggal 30 April 2007  Presiden Susilo Bambang Yudoyono  meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ( PNPM – MP ) di Palu Sulawesi Tengah.
Dampak eksternalitas program ini cukup besar bagi masyarakat Indonesia termasuk Kecamatan Pujut  sebagai salah satu wilayah sasaran  program. Kecamatan pujut merupakan Kecamatan terluas di Kabupaten Lombok Tengah yang terdiri dari 16 Desa dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Barat di sebelah Barat Selatan dan Kabupaten Lombok Timur di sebelah Timur Selatan.
Harapan masyarakat pujut terhadap program semakin terasa dengan banyaknya sarana dan prasarana  yang terbangun mulai dari Prasarana jalan, gedung posyandu gedung sekolah Taman Kanak – Kanak dan Sarana Air Bersih yang menjadi impian masyarakat Desa Pengengat. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat dan Kepala Desa pengangat dalam mempertahan usulan tersebut sampai ketingkat Kecamatan melalui MAD perengkingan sesuai dengan PTO PNPM -  MP.Pada saat penggalian gagasan yang dilakukan oleh Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Desa Pengengat Amaq Kalimudin menceritakan keluhan dari seorang Inaq uyun ( Ibu)  yang sedang mengambil air di sebuah buwun ( sumur)  yang cukup jauh dari tempat tinggalnya menyampaikan keinginannya “ Pengadonka aik siak kaden  rapet taok”ta bait aik (dialek pujut) yang artinya dia meminta supaya bagaimana caranya supaya air dapat didekatkan dengan mereka yang membutuhkan air. Dengan  menirukan ungkapan dari inaq uyun di dengan dialek khasnya pujut sehingga memunculkan usulan penyediaan sarana air bersih di desa pengengat yang diputuskan melalui musrenbangdes desa pengangat tahun 2010.    Mengingat letak geografis desa pengengat  yang cukup tandus dan berbatuan  maka  y cukup alasan bagi Kepala Desa untuk melanjutkan kegiatan ini.  Agar semua kegiatan dapat berjalan  dengan sesuai dengan harapan masyarakat pengengat perlu diadakan kajian lebih mendalam tentang potensi air bawah tanah yang ada di desa pengengat. Maka untuk mengawali proses kegiatan ini diadakanlah koordinasi antara FT, PJOK dan Fastekab PNPM MP Kabupaten Lombok Tengah  agar mengadakan tes geometric terlebih dahulu untuk mengetahui potensi air bawah tanah yang ada di pengengat agar usulan tersebut tidak menjadi sia – sia.  Dengan kerja keras  Kepala Desa Pengngat bersama Masyarakat , FT, Fastekab dan dinas pertambangan Lombok tengah melakukan tes geomerik pada bulan agustus 2011 dan Alhamdulillah ditemukan di kedalaman 50 – 60 m terdapat potensi air bawah ta nah yang bisa dimanfaatkan untuk sarana air bersih dengan melakukan pengeboran terlebih dahulu.Akhirnya kegiatan penyediaan sarana air bersih ini baru dapat dilaksanakan pada bulan agustus 2011 setelah mendapatkan data – data yang lengkap hasil  tes geometric dari dinas pertambangaan kabupaten Lombok tengah.Proses pengeboran dilaksanakan selama kurang lebih 40 hari hingga menemukan sumber air bawaqh tanag pada kedalaman 60 meter dengan debit air kurang lebih 3 liter perdetik setelah di adakan perhitungan debit air yang keluar dari mesin air yang gunakan untuk menguji kapasitas air yang tersedia selama kurang lebih 12 jam. Untuk memudahkan pelayananh terhadap air bersih bagi masyarakat maka dibangan 1 buah rumah piompa penyedot air, 1 buah bak penampung dan 4 buah bak bagi untuk pelayanan masyarakat di 4 dusun  wilayah desa pengengat sebagai sasaran awal dari program penyediaaan saran air bersih di desa pengngat dengan total biaya Rp 270.081.900,- dengan jumlah swadaya sebesar. Rp 25.000.000,- dalam bentuk penyediaan lahan dan tenaga kerja gotong royong.Akhirnya inaq uyun sejak akhir tahun 2011 dapat menikmati air bersih tanpa harus pergi jauh jauh dari rumahnya.


Tidak ada komentar: